Kanker paru – Proven

Naiknya status seseorang biasanya diiringi dengan perasaan gembira, bahkan tak sedikit yang merayakannya dengan gegap gempita. Naiknya status kanak-kanak menjadi remaja di usia 17 tahun misalnya, atau naiknya status lajang ke su-is, ratusan juta rupiah bisa dihabiskan untuk merayakannya.
Naiknya statusku dari suspect (tersangka) lung cancer menjadi proved, sangat jauh dari hingar bingar kegembiraan. Citology report yang dibacakan dokter malam itu berbunyi :

Makroskopik : Sepuluh slide sediaan apus
Mikroskopik : Sediaan apus TTB menunjukkan kelompokan sel tumor dengan inti pleomorfik, hiperkromatik dan beberapa sel dengan sitoplasma bervakuola
Kesimpulan : Positif sediaan apus TTB mengandung adenokarsinoma
Tertanggal 31 Juli 2007.

Sesungguhnya sudah lama kupersiapkan hatiku untuk menerima kenyataan bahwa aku mengidap kanker paru, dari beberapa faktor resiko yang kupunyai. Antara lain, umur diatas 50 tahun, secara genetis, Ibuku juga mengidap kanker paru, kebiasaanku merokok sejak muda, ditambah fakta dari hasil CT Scan yang mendeteksi adanya mass malignant di paru kiri bagian atas. Tetapi mendengar citology report yang dibacakan dokter, sedih juga rasanya. Banyak situs yang menyajikan statistik menggambarkan betapa kecilnya angka penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup hingga lima tahun sejak diagnosa ditegakkan. Angka itu berkisar di 15 %. Ketika kusinggung tentang kesempatanku untuk bisa bertahan dalam lima tahun kedepan, kupikir dokter hanya membesarkan hati dengan mengatakan bahwa kita tidak pernah tahu kapan dan dengan cara apa ajal akan datang. Aku baru terkejut setelah dokter melanjutkannya dengan memberi contoh, bahwa beliau baru saja kehilangan suami yang tampak sehat dan atletis, tanpa ada gejala penyakit apapun sebelumnya, tiba-tiba meninggal saat berganti pakaian sehabis bermain tennis. Beliau melanjutkan, bahwa statistik dibuat berdasar sekian banyak pasien, padahal tidak ada pasien yang kasusnya benar-benar sama, termasuk respon tubuh kita terhadap pengobatan yang akan dilakukan. Kita hanya dapat memperhitungkan dan menduga apa yang kelak akan terjadi, . Akhirnya atas pilihanku, aku dibuatkan surat rujukan ke sebuah rumah sakit di Jatinegara, untuk pengobatan lanjutan. Ada sedikit rasa lega juga, karena kini penyakitku sudah punya nama : Adenocarsinoma

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.