Pneumothorax pasca Transthoracic lung biopsy

Trans thoracic lung biopsy merupakan methode biopsy yang cukup handal karena dapat menjangkau seluruh area paru. Meskipun demikian, karena menggunakan jarum sebagai alat untuk mengambil sampel jaringan, maka ada beberapa konsekwensi yang dapat terjadi, antara lain infeksi, pendarahan dan pneumothorax.

Infeksi yang disebabkan oleh TTLB hampir tidak pernah terjadi, karena dapat dengan mudah diantisipasi dengan sterilisasi.

Oleh luka yang diakibatkan jarum biopsy, pendarahan lebih sering terjadi, mulai dari pendarahan ringan hingga berat. Pendarahan ringan biasanya akan terhenti dengan sendirinya setelah beberapa saat. Pendarahan yang terjadi terus-menerus biasanya juga bisa diantisipasi dengan memeriksa beberapa indikasi awal seperti lamanya pembekuan darah, tingkat tekanan darah dan indikasi lain. Jika tetap terjadi, akan dilakukan tindakan lebih lanjut, tergantung penyebabnya.

Pneumothorax terjadi jika oleh suatu sebab, udara masuk dan terjebak di dalam lapisan pleura sehingga membuat paru-paru terdesak dan mengakibatkan kesulitan bernafas. Pleura adalah jaringan yang membungkus paru-paru, terdiri atas dua lapis jaringan, Visceral pleura yang menempel pada paru-paru dan Parietal pleura yang menempel pada dinding rongga dada. Diantara kedua jaringan pleura ini terdapat cairan yang berfungsi sebagai pelumas agar paru-paru mudah bergerak. Oleh suatu sebab, seperti penyakit paru menahun, tuberkulosis dll, dinding paru bisa berlubang dari arah dalam, yang sekaligus merusak visceral pleura, (lapisan pleura yang menempel pada paru-paru) sehingga udara masuk dan terjebak diantara dua lapis pleura. Kondisi ini disebut close pneumothorax.
Open pneumothorax jika terjadi luka tusuk atau luka karena benturan pada dada yang mengakibatkan luka dan robeknya lapisan parietal pleura (lapisan pleura yang menempel pada dinding rongga dada). Pada pneumothorax ringan yang diakibatkan oleh tindakan TTLB, biasanya udara yang terjebak diantara dua lapisan pleura akan terserap kembali oleh tubuh dalam tiga hingga lima hari. Tetapi pada pneumothorax berat, dimana paru-paru terdesak hingga menyebabkan sesak nafas akut, maka diperlukan tindakan lebih lanjut, antara lain dengan memasang pipa kecil untuk mengalirkan udara keluar.
Syukurlah saat dilakukan TTLB padaku tidak menimbulkan dampak sama sekali.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.